Senin, 07 Maret 2011

renungan untuk kita

Anakku ... saat aku tua nanti, aku berharap kamu mengerti dan bersabar menghadapiku ... saat tanpa sengaja memecahkan piring atau menumpahkan sup karena mataku yang sudah kabur ... aku harap kamu tidak menghardikku ... krn orang tua cenderung sensitif


aku spt mengasihani diriku sendiri saat engkau berteriak karena pendengaranku yang mulai buruk dan tidak mendengar apa yang kau katakan.... Aku harap engkau mau mengulanginya atau menuliskannya anakku


Aku semakin tua dan lututku semakin lemah. Aku harap kau bersabar untuk membimbingku, sama seperti saat kau kecil ketika engkau belajar berjalan .....


Pahamilah aku yang selalu merasa spt benda yang rusak ... aku berharap cobalah untuk mendengarkanku ... jgn mengolok-olokanku dan merasa muak mendengarkanku.Kamu ingat saat kamu kecil dan menginginkan balon? kamu terus merengek sampai kamu mendapatkannya. Juga pahamilah bau tubuhku sebagai orang yang sudah tua ... jangan paksa aku untuk segera membersihkan diri. Badanku lemah ... orang tua rentan sakit saat mereka kedinginan ... aku berharap engkau tidak merasa jijik....


Apakah kamu ingat waktu kamu kecil? aku harus mengejar ngejarmu karena kamu tidak mau mandi .... aku harap engkau juga bersabar seandainya aku menyusahkan karena ke-uzuranku. Kaupun akan merasakannya saat kau tua nanti.... Seandainya kamu punya waktu .. aku berharap engkau menyempatkan waktumu untuk berbincang bincang walau hanya beberapa menit karena tidak ada yang mengajakku berbicara. Aku sadar engkau orang yag sibuk dengan pekerjaanmu .... walaupun engkau tidak tertarik dengan ceritaku .. aku mohon sempatkanlah waktumu untukku ...


Apakah kau masih ingat saat kau kecil? aku selalu siap mendengarkan ceritamu tentang boneka teddy bearmu ... bila tiba masanya aku mulai sakit-sakitan dan harus berbaring di tempat tidur ... aku berharap engkau bersabar untuk merawatku ...


Maafkan bila aku tanpa sadar membasahi tempat tidur atau membuatnya berantakan ... sabarlah kau menghadapi di sisa sisa hidupku ... dan saat tiba datang kematianku ... aku berharap engkau genggam tanganku dan memberikan kekuatan kepadaku untuk menghadapi kematianku ...Jangan khawatir ... saat aku bertemu dengan penciptaku ... aku akan bisikkan ditelinganya bahwa engkau sangat mencintai dan peduli dengan ayah dan ibumu ...


Dengan segenap cinta Ayah dan ibu.

Jumat, 04 Maret 2011

artikel passive voice


Michael Not Joining Jackson 5 Reunion

It appears Jermaine Jackson spoke a little too soon. Yesterday, the elder Jackson brother told the Australian Associated Press that for the first since 1989, the Jackson 5, would reunite in 2009 for an album and tour -- and that Michael was in on the project. "This has been a long time coming for the Jackson family to get back together," he said. "What we've been doing is working on the music and all the logistics."
Oops, it appears someone didn't call their brother, because it turns out the King of Pop isn't in on the reunion after all -- and has a few other plans of his own.
"My brothers and sisters have my full love and support, and we've certainly shared many great experiences, but at this time I have no plans to record or tour with them," Michael said . "I am now in the studio developing new and exciting projects that I look forward to sharing with my fans in concert soon."
The prospect of a partial Jackson 5 reunion is still exciting, although we're a bit disappointed that Michael won't be involved. Hey Jermaine: We know of a couple of songs that might help convince him..

Active and Passive Sentence


Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, sebaliknya, kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya..

Contoh active voice :

  • She buys a book.
  • They played football.
  • He brings some books.
  • We fertilize the soil every 6 months.
  • He meets them everyday.

Contoh passive voice :

  • A book is bought by her
  • Football was played by them
  • Some book are brought by him
  • The soil is fertilized by us every 6 months.
  • They are met by him everyday.

Kamis, 24 Februari 2011

artikel adverbial clause

The Golden Egg

Haria, a poor barber lived alone in his small hut. He was dedicated to his work. And whatever he earns was enough to fulfill his needs.

One evening, after returning from work, Haria was hungry. “What shall I cook tonight?” he thought. Just then he heard a hen clucking outside his hut. “That hen would make a great feast for me,” thought Haria and prepared to catch the hen.

With a little effort he was able to catch the hen. As he was about to kill the hen, it squeaked, “Please do not kill me, O kind man! I will help you.” Haria stopped. Though he was surprised that the hen spoke, he asked, “How can you help me?”

“If you spare my life, I will lay a golden egg everyday for you,” said the hen. Haria’s eyes got widened in delight. Haria was surprised to hear this promise. “A golden egg! That too everyday! But why should I believe you? You might be lying,” said Haria. “If I do not lay a golden egg tomorrow, you can kill me,” said the hen. After this promise, Haria spared the hen and waited for the next day.

The next morning, Haria found a golden egg lying outside his hut and the hen sitting beside it. “It is true! You really can lay a golden egg!” exclaimed Haria with great delight. He did not reveal this incident to any one, fearing that others would catch the hen.
From that day onwards, the hen would lay a golden egg everyday. In return, Haria took good care of the hen. Very soon, Haria became rich.

But he became greedy. He thought, “If I cut open the hen’s stomach, I can get out all the golden eggs at once. I do not have to wait for the hen to lay the golden eggs one by one.”

That night, he brought the hen to the interior portion of his house and killed the hen. But to his dismay, he found no golden eggs. Not even one.

“What have I done? My greed had made me kill the hen,” he wailed. But it was too late. 

Selasa, 22 Februari 2011

pengertian dan jenis adverbial clause

pengertian adverbial clause

Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.

Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).

Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:

1. Clause of Time

Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:

Shut the door before you go out.
You may begin when(ever) you are ready.
While he was walking home, he saw an accident.

2. Clause of Place

Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.

Contoh:

They sat down wherever they could find empty seats
The guard stood where he was positioned.
Where there is a will, there is a way.

3. Clause of Contrast (or Concession)

Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.

Contoh:

As the time you were sleeping, we were working hard.
Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
Although it is late, we'll stay a little longer.

4. Clause of Manner

Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.

Contoh:

He did as I told him.
You may finish it how you like.
They may beat us again, like they did in 1978.

5. Clause of Purpose and Result

Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.

Contoh:

They went to the movie early (in order) to find the best seats.
She bought a book so (that) she could learn English
He is saving his money so that he may take a long vacation.

6. Clause of Cause and Effect

Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.

Contoh:

Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
The soup tastes so good that everyone will ask for more.

Senin, 22 November 2010

manusia dan harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu
mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
bempa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu n~embeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang nlempunyai harapan yang bcrlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai
harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak
ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq
memperoleh nilai A. luluspun n~ungkin tidak. Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada din sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga
harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat te jadi. Dengan demikian harapan menyangkut
masa depan.




manusia dan kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tentram hatinya , selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi apa pun.

B.Macam-macam kegelisahan :

1)Kegelisahan negatif
Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada.

2)Kegelisahan positif
Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi.
Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.

Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

C.Macam-Macam Kecemasan:

Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam, yakni :
a)Kecemasan obyektif/kenyataan
Kecemasan obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan sesorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya. Misalnya, ketakuatn terhadap kegelapan mungkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya.

Rasa ketakutan atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih bayi atau kanak- kanak, karena organisme yang masih muda lemah dalam menghadapi bahaya- bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh ketakutan egonya belum berkembang sampai titik, dimana organisme dapat menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya berlebihan. Itulah sebabnya kita perlu melindungi anak yang masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman traumatic (pengalaman kecemasan).

b)Kecemasan neurotis (saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa seseorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar sebelum ia belajar merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga bentuk:

1.Bentuk kecemasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungan yang kira- kira cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.

2.Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Sifat khusus dari pobia adalah bahwa, intensitif ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Misalnya, seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah di analisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya, sehingga ia mendapatkan hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.

3.Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neurotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh dia. Meskipun ego dan super ego melarangnya.



c)Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang . Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antar lain: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, dan lain lain. Sifat sifat seperti itu adalah sifat sifat yang tidak terpuji , bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa .
Misalnya sesorang yang mersa dirinya kurang ganteng, maka dalam pergaulan ia terbatas kalau ia tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan kawannya lebih dinilai sebgai lawan. Ketidakmampuannya menyamai kawan kawannya demikian menimbulkan kecemasan moril.

D.Bentuk – bentuk kegelisahan dalam diri manusia dapat menjelma seperti :

1. Keterasingan
Terasing, diasingkan atau sedang dalam keterasingan sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan sebagi bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan dan termarjinalkan oleh diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan atau mayarakat. Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu

(1)Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.

(2) Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.

2. Kesepian
Aplikasi dan perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika seseorang sudah merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkungan sehingga merasa kesepian. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya senhingga dia pun sulit untuk mengenali dirinya.

3. Ketidakpastian
Berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Itu semua disebabkan oleh pikiran yang tidak dapat berkonsentrasi yang mengacaukan pikirannya.

E.Mengapa Kegelisahan sering Dialami Manusia?

Umumnya manusia tidak menyukai kegelisahan dan mendambakan kebahagiaan. Tapi justru yang ditakutkan itu sering datang pada kehidupan kita. Dan yang didambakan itu sering menjauh dari kita. Mengapa?

Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita. Ada yang gelisah karena faktor-faktor materi, ada juga yang bukan karena hal-hal yang material. Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain:
1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier
7. Dan lainnya